Yuk intip tradisi unik dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dibeberapa daerah Indonesia !

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan yang dirayakan oleh umat muslim sebagai pertanda hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 rabiul awal dalam kalender hijriyah. Sebagian besar umat muslim diseluruh dunia merayakannya dengan beragam adat dan tradisi yang variatif serta unik. Diindonesia umat muslim sebagian besar merayakannya beramai – ramai dimasjid dengan berbagi makanan, minuman, dan beberapa rangkaian acara adat budaya pun diselenggarakan. Yuk kita intip kegiatan uni apa saja yang biasa dilakukan oleh umat muslim diindonesia !

1. Kirab Ampyang (Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah)

Tradisi ini digelar dengan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak keliling desa sebelum menuju ke Masjid Wali At Taqwa di desa setempat. Dalam tradisi ini, masing-masing peserta juga menampilkan sejumlah kesenian, seperti visualisasi tokoh-tokoh yang berjasa pada saat berdirinya Desa Loram Kulon serta visualisasi sejarah pendirian Masjid Wali At Taqwa. Setelah sampai di Masjid Wali, tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.

Terakhir ada juga Restoran yang memberikankan promo makan soto gratis pada 19-20 Oktober 2021 bagi warga yang memiliki nama Muhammad dan Ahmad dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah.

2. Muludhen (Pulau Madura, Jawa Timur)

Tepat pada 12 Rabiul Awal, masyarakat akan berduyun-duyun datang ke masjid untuk merayakan Maulid Agung. Saat Maulid Agung, para perempuan biasanya datang ke masjid atau musala dengan membawa talam yang di atasnya berisi tumpeng. Di sekeliling tumpeng tersebut dipenuhi beragam buah yang ditusuk dengan lidi dan dilekatkan kepada tumpeng. Buah-buah itu misalnya salak, apel, anggur, rambutan, jeruk, dan lainnya.

3. Panjang Jimat (Cirebon)

Upacara ini dihadiri ribuan masyarakat yang berdatangan dari berbagai daerah. Mereka sengaja datang ke keraton hanya untuk menyaksikan proses upacara.Selain itu, peringatan Maulid Nabi juga turut digelar di makam Sunan Gunung Jati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Di makam tersebut juga dipadati oleh ribuan orang yang sengaja ingin menghabiskan waktu pada malam Maulid Nabi.

4. Bungo Lado (Padang Pariaman, Sumatera barat)

Tradisi bungo lado menjadi kesempatan bagi warga yang juga perantau untuk menyumbang pembangunan rumah ibadah di daerah itu. Karenanya, masyarakat dari beberapa desa akan membawa bungo lado. Pohon uang dari beberapa jorong (dusun) itu kemudian akan dikumpulkan.Uang yang terkumpul biasanya mencapai puluhan juta rupiah dan disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah.

5. Walima (Gorontalo)

Masyarakat muslim menyiapkan kue-kue tradisional, seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, dan pisangi yang disusun sedemikian rupa dan diarak dari rumah menuju masjid terdekat. Kue khas walima, yakni kolombengi dan kue tradisional lainnya dikemas dalam plastik, ditata, dan dihias sedemikian rupa sebelum diarak dengan mobil yang mampu menarik perhatian ribuan warga yang memadati tepi jalan.

6. Ngalungsur Pusaka (Kabupaten Garut, Jawa Barat)

proses upacara ritual di mana barang-barang pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog/Kian Santang) setiap setahun sekali dibersihkan atau dicuci dengan air bunga-bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat yang difokuskan di Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan.

7. Aceh

Warga memasak menu tradisional khas Aceh ‘Kuah Beulangong’ pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Desa Lambhuk, Banda Aceh, Aceh, . Memasak kuah Beulangong (kari daging sapi atau kambing) pada perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW telah menjadi tradisi yang dilaksanakan secara gotong royong dan dibagikan kepada seluruh warga, fakir miskin dan anak yatim.

Umumnya masyarakat Aceh dalam memperingati Maulid Nabi dengan memasak lemang yang merupakan tradisi warisan suku Alas. Lemang adalah makanan hasil dari campuran ketan dan air santan. Kedua bahan tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam bambu lalu dimasak dengan cara dibakar menggunakan kayu. Yang unik dari pembuatan lemang adalah proses pembakarannya yang cukup lama, setidaknya kamu harus menunggu hingga empat jam. Masyarakat Aceh dalam memperingati hari besar Maulid Nabi setiap tahunnya selalu membuat lemang.

8. Bali

Berbeda lagi dengan warga di Pulau Dewata Bali. Warga merangkai telur yang dihias pada ‘Bale Suji’ saat kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Kepaon, Denpasar, Bali,