Lebaran adalah moment yang sangat ditunggu – tunggu oleh semua kaum muslim karena ini adalah moment dimana anggota keluarga bisa berkumpul dan moment menjalin silaturahmi dengan sanak saudara, teman dan kerabat lainnya. Bagian yang cukup ikonik dari hari raya ini yaitu banyaknya makanan – makanan enak yang menjadi andalan keluarga seperti halnya rendang, opor, ketupat, kue lebaran sampai minuman yang beragam membuat kita sering kali lepas kontrol menyantap makanan – makanan tersebut dengan lahapnya. Tergantung pada daerahnya masing – masing, menu lebaran pun beragam, tidak heran sajian tersebut selalu saja memicu nafsu makan yang besar hingga berujung pada keluhan kesehatan di beragam kalangan usia mulai dari lansia, remaja bahkan anak – anak.

Untuk mencega hal – hal yang tidak diinginkan terjadi, maka hendaknya kita memperhatikan beberapa tips yang akan dibahas di artikel berikut. Yuk kita simak bareng.

1. Pelihara Pola Makan

Selama bulan ramadhan, tubuh sudah terbiasa berpuasa selama 30 hari yang membuat pola makan sebagian besar orang menjadi rumpang dan berantakan. Kondisi inilah yang kadang memaksa tubuh untuk segera beradaptasi dalam 1 bulan penuh ramadhan, sehingga pada saat lebaran keinginan yang besar untuk menyantap ragam menu lebaran membuat tubuh kita menjadi kaget akan perubahan pola makan yang baru lagi dan memicu beragam kinerja organ menjadi bekerja keras. Menu lebaran yang banyak mengandung lemak, santan dan garam ini serta pedasnya membuat metabolisme tubuh kita menjadi kacau kembali terlebih lagi saat kita lepas kendali.

Maka dari itu hendaknya mengkonsumsi menu lebaran harus diseimbangkan dengan tetap memperhatikan kbutuhan nutrisi bagi tubuh seperti konsumsi buah dan sayur serta konsumsi protein, kacang – kacangan yang sehat tanpa minya lebih disarankan hingga biji – bijian. Perhatikan juga kalori makanan yang kamu konsumsi agar tidak berlebih. Disamping itu kamu juga harus memperhatikan pola minum kamu, sebaiknya untuk menghindari terlalu banyak minuman bersoda dan manis, minumlah 2 hingga 3 liter air setiap harinya.

2. Jagalah Pola Tidur

Saat berpuasa pola tidur kita akan berbeda dari biasanya. Dengan pola tidur yang tidak beraturan, kamu akan mudah merasa capek saat siang hari dan cenderung tidur lebih malam. Dengan pola tidur yang berantakan ini, mau tidak mau badan akan mudah lelah dan terserang banyak penyakit.

Oleh karena puasa telah usai, kamu bisa mencoba untuk memperbaiki pola tidur sehatmu. Mulai sekarang, kamu bisa mencoba tidur dengan baik selama 7-8 jam per harinya, tidak kurang dan tidak lebih. Di samping itu, jangan biasakan tubuh dengan begadang, ya!

3. Tetap Berolahraga Teratur

Meskipun dibulan ramadhan asupan nutrisi mungkin kurang terpenuhi, berolahraga hendaknya tidak dilewatkan begitu saja, kamu bisa mencoba olahraga ringan seperti berjalan santai 30-40 menit setiap harinya atau minimal 3-4 kali dalam seminggu yang membantu menjaga metabolisme kalian yah. Setelah ramadhan harusnya intensitas berolahraganya pun kembali ditingkatkan karena tidak ada alasan untuk tetap bermalas – malasan olahraga lagi, terlebih lagi jika saat lebaran kamu makan banyak menu lebaran, tentunya olahraganya harus sekali ditingkatkan guna menghindari rentannya tubuh kamu terserang penyakit seperti maag kambuh, masuk angin, diare atau muntaber.

4. Melanjutkan Berpuasa Syawal Setelah Lebaran

Cara paling mudah dan berpahala, kita bisa melanjutkan puasa setelah Lebaran. Hal ini bisa mempertahankanberat badanyang sudah turun. Misalnya kita puasa Syawal 6 hari atau bagiwanitabisa langsung meng qodho puasa Ramadhannya.

5. Cek Kesehatan Teratur

Tips terakhir yaitu dengan melakukan cek tekanan darah, kolesterol, kadar gula dan asam urat. Ingat umur tidak menjamin kesehatan, meskipun kamu belum tergolong lansia atau tua kamu harus tetap mengecek kestabilan tubuhmu yah.

Mau belajar komputer di tempat terbaik? Klik di sini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.